Mengkaji Kewirausahaan dengan Pendekatan 7P Mix dan Analisis SWOT di SMPN 5: Peluang dan Tantangan

Mengkaji Kewirausahaan dengan Pendekatan 7P Mix dan Analisis SWOT di SMPN 5: Peluang dan Tantangan
Penajam, 03 Desember 2025 — Kewirausahaan kini semakin diakui sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, terutama pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk menggali potensi tersebut, mahasiswa program S2 Manajemen Pendidikan dari Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah melakukan kajian di SMPN 5 PPU. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami kondisi di lapangan serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kewirausahaan di lingkungan pendidikan.
Mata kuliah Kewirausahaan Pendidikan yang dipandu oleh Dr. Amrozi Khamidi, M.Pd., seorang dosen berpengalaman dalam pengembangan kurikulum kewirausahaan, menyediakan platform bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi kewirausahaan sekolah. Presentasi penting disampaikan oleh mahasiswa Endang Sri Rahayu, yang menyoroti potensi besar sekolah dalam mengembangkan kewirausahaan melalui pemanfaatan sumber daya yang ada, termasuk lahan kosong dan aspek produktif lainnya.
Diskusi interaktif antara mahasiswa dan dosen berlangsung hangat, dengan mahasiswa berbagi pengalaman serta ide-ide inovatif yang dapat diterapkan di sekolah. Dr. Amrozi menekankan bahwa kreativitas dan inovasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan di dunia pendidikan saat ini. Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun jaringan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan pelaku usaha, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kewirausahaan siswa.
SMPN 5 PPU menerapkan pendekatan 7P MIX sebagai acuan dalam kegiatan kewirausahaan mereka dengan fokus pada produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang kewirausahaan, tetapi juga memungkinkan mereka untuk terlibat langsung dalam kegiatan praktis.
Selain itu, sekolah juga melakukan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan kewirausahaan. Kekuatan SMPN 5 PPU terletak pada lahan kosong yang dapat dimanfaatkan serta dukungan dari guru, sementara kelemahan termasuk minimnya pengalaman siswa dalam berwirausaha.
Implementasi dari upaya kewirausahaan ini terlihat pada kegiatan Bazar yang diadakan di sekolah, yang menjadi wadah bagi siswa untuk menjual produk mereka sambil mendidik masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan sehat. Program Kantin Sehat yang terintegrasi dengan bazar juga memberikan edukasi mengenai pola makan yang baik bagi kesehatan.
Mengoptimalkan lahan kosong dan budidaya ikan menjadi bagian dari praktik berkelanjutan di SMPN 5 PPU, dengan siswa dilibatkan dalam pembelajaran tentang pertanian berkelanjutan dan pentingnya gizi protein.
Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, SMPN 5 PPU berharap dapat mengembangkan potensi kewirausahaan lebih lanjut untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan. Dr. Amrozi menekankan pentingnya komitmen untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan, sehingga siswa tidak hanya siap di dunia akademis, tetapi juga memiliki keterampilan untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
SMPN 5 PPU berambisi menjadi pionir dalam pendidikan kewirausahaan di tingkat SMP, dengan harapan memberikan pengalaman berharga bagi generasi mendatang dan menjawab tantangan kewirausahaan yang terus berkembang.
Penulis: Endang Sri Rahayu
Mahasiswa S2 RPL Manajemen Pendidikan UNESA