Wisuda Periode 122 Menjadi Momentum bagi Lulusan Magister Manajemen Pendidikan UNESA
SURABAYA— Sebanyak sembilan lulusan Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) resmi menyelesaikan perjalanan akademiknya pada Wisuda Periode 122. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNESA. Wisuda Periode 122 dilaksanakan pada Sabtu (26/9/2026) di Graha UNESA, Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya. Prosesi tersebut diikuti lulusan dari berbagai jenjang pendidikan di lingkungan UNESA.
Sembilan lulusan Magister
Manajemen Pendidikan yang mengikuti wisuda periode ini yakni Atiyah Manzilatur
Rohmah, Zahin Rafsanjani Al Bahjah, Mohammad Irsyad Wira Saputra, Masita Nur
Hayati, Hadi Taufiqur Rahman, Vicy Reynaldo Parlindungan Manur, Dwi Supriono,
Katon Aisyiah, dan Rizqa Alfina Sahalia.
Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi Program Studi Magister Manajemen Pendidikan UNESA dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam bidang manajemen dan pengelolaan pendidikan. Bekal akademik yang diperoleh selama studi diharapkan dapat diterapkan untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan pendidikan yang terus berkembang.
Dalam prosesi wisuda, Rektor UNESA Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., mengingatkan para wisudawan agar menjadikan integritas sebagai pijakan dalam menjalankan peran, baik di lingkungan profesional maupun masyarakat. Perkembangan zaman yang berlangsung cepat, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai kebenaran.
Selain integritas, Rektor
menekankan pentingnya membangun daya saing global. Perkembangan teknologi dan
hadirnya artificial intelligence (AI) telah membawa perubahan dalam berbagai
bidang sehingga lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak berhenti
mengembangkan kemampuan.
“Jangan pernah berhenti belajar,
berpikir kritis, menjadi penggerak, bukan penonton di tengah arus perubahan
ini,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi lulusan Magister Manajemen Pendidikan yang akan berkiprah dalam lingkungan pendidikan. Perubahan teknologi, tuntutan pengelolaan pendidikan, hingga dinamika kebutuhan masyarakat membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kritis, mengambil keputusan secara tepat, dan terus beradaptasi.
Tidak hanya berbicara mengenai pengembangan kompetensi, Rektor juga mengingatkan para lulusan untuk tetap membawa semangat Tridharma Perguruan Tinggi dalam perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti ketika mahasiswa memperoleh gelar akademik, tetapi perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Bagi lulusan Magister Manajemen Pendidikan, kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai ruang pengelolaan pendidikan, baik pada satuan pendidikan, lembaga pendidikan, maupun institusi yang berkaitan dengan kebijakan dan manajemen pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor
juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, dosen, tenaga kependidikan, serta
seluruh sivitas akademika yang telah memberikan dukungan selama proses
pendidikan para mahasiswa hingga mencapai tahap wisuda.
Dukungan tersebut menjadi bagian
yang tidak terpisahkan dari perjalanan akademik para lulusan. Karena itu,
wisuda tidak hanya menjadi perayaan atas capaian akademik, tetapi juga menjadi
momentum untuk mengingat kembali proses, perjuangan, dan dukungan berbagai
pihak yang telah mengantarkan mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
Menutup amanatnya, Rektor
berpesan agar para wisudawan tidak berhenti setelah memperoleh gelar. Semangat
untuk terus belajar perlu dijaga karena dunia terus berubah dan ilmu
pengetahuan terus berkembang.
“Tetap semangat. Jangan pernah
lelah untuk belajar, terus mengembangkan diri, dan jangan berhenti memberikan
manfaat bagi orang lain. Gelar yang diperoleh hari ini bukan akhir dari
perjalanan, tetapi menjadi awal untuk memberikan kontribusi yang lebih luas,”
ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi bekal bagi sembilan lulusan Magister Manajemen Pendidikan untuk melanjutkan perjalanan setelah wisuda. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UNESA diharapkan tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga dapat diwujudkan menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan masyarakat.
Koorprodi S2 Manajemen Pendidikan UNESA, Dr. Amrozi Khamidi, M.Pd., menjelaskan bahwa wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, tetapi menjadi awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Menurutnya, kompetensi manajemen pendidikan perlu terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat bagi satuan pendidikan, lembaga, maupun masyarakat.
Ia berpesan agar para lulusan
tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar magister. Perubahan dalam dunia
pendidikan menuntut lulusan untuk terus membuka diri terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
“Jadikan ilmu yang diperoleh
selama studi sebagai bekal untuk terus belajar, beradaptasi, dan memberikan
kontribusi. Jangan berhenti pada capaian gelar, tetapi lanjutkan dengan karya
dan kebermanfaatan,” pesannya.
Program Studi Magister Manajemen Pendidikan UNESA menyampaikan selamat kepada sembilan lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan pada Wisuda Periode 122. Semoga capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus belajar, menjaga integritas, meningkatkan daya saing, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan serta masyarakat.