FILSAFAT PENDIDIKAN “ALIRAN NATURALISME”
RANGKUMAN MATERI
FILSAFAT PENDIDIKAN “ALIRAN NATURALISME”
Pengertian Naturalisme
Pada dasarnya manusia dilahirkan baik, tetapi dirusak oleh masyarakat, sehingga pendidikan harus membiarkan anak berkembang secara alami tanpa campur tangan yang merusak. Ide utamanya adalah "kembali ke alam," yang berarti pendidikan harus selaras dengan kodrat alami anak, memfasilitasi pertumbuhan melalui kebebasan, spontanitas, dan pengalaman langsung dengan objek alam, bukan melalui disiplin paksa.
Naturalisme adalah aliran filsafat yang menekankan bahwa alam (nature) merupakan realitas tertinggi dan sumber kebenaran.Dalam konteks pendidikan, naturalisme memandang bahwa:
- Manusia memiliki potensi alamiah yang berkembang secara spontan.
- Pendidikan seharusnya mengikuti hukum alam, bukan memaksakan aturan buatan.
Tujuan pendidikan naturalisme Rousseau adalah membentuk manusia yang bebas dan utuh secara seimbang, bukan hanya individu yang terampil secara teknis.
Tokoh utama: Jean Jacques Rousseau, disusul tokoh lain seperti: Pestalozzi, Froebel, Herbert Spencer.
Asumsi Dasar Naturalisme dalam Pendidikan
Asumsi Dasar Aliran Naturalisme dalam Pendidikan berdasarkan :
a. Hakikat Manusia
· Pada dasarnya baik, memiliki potensi alami.
· Perkembangan terbaik terjadi bila tidak ditekan oleh budaya atau aturan yang berlebihan.
b. Hakikat Pengetahuan
· Pengetahuan diperoleh melalui pengalaman langsung dengan dunia nyata.
· Belajar lebih efektif melalui interaksi dengan lingkungan, bukan hafalan.
c. Hakikat Nilai
· Nilai bersifat alami, bukan ditentukan pihak luar.
· Kebaikan muncul dari keselarasan manusia dengan alam.
Tujuan Pendidikan Naturalisme
· Membantu peserta didik mengembangkan potensi bawaan secara maksimal.
· Mengarahkan perkembangan peserta didik agar sesuai dengan tahap alamiahnya.
· Menciptakan manusia yang mandiri, bebas, dan autentik.
· Menumbuhkan kemampuan peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan alami.
Prinsip-Prinsip Pendidikan Naturalisme
Berikut beberapa Prinsip Pendidikan Naturalisme adalah :
1. Follow the Child / Mengikuti Anak
Pendidikan mengikuti minat, kebutuhan, dan tahap perkembangan alami peserta didik.
2. Pengalaman Nyata Lebih Penting dari Kata-Kata
Belajar dilakukan melalui aktivitas konkret dan interaksi langsung dengan alam.
3. Kebebasan Belajar
Peserta didik diberi ruang untuk memilih, bereksplorasi, dan mengambil keputusan sendiri.
4. Minim Intervensi
Guru tidak memaksakan pengetahuan, melainkan membiarkan anak berkembang secara alami.
5. Lingkungan sebagai Guru Terbaik
Alam menjadi sumber belajar utama.
Implikasi Naturalisme dalam Pendidikan
a. Kurikulum
· Berbasis pengalaman nyata dan aktivitas praktis.
· Tidak padat konten, tetapi fokus pada perkembangan alami.
· Menekankan pembelajaran berbasis proyek dan eksplorasi alam.
b. Metode Pembelajaran
· Experiential learning, penemuan, bermain, eksplorasi.
· Belajar di luar kelas, observasi alam, prakarya.
· Minim ceramah; lebih banyak aktivitas mandiri dan interaksi dengan lingkungan.
c. Peran Guru
· Sebagai fasilitator, bukan pusat informasi.
· Menciptakan kondisi yang kondusif bagi perkembangan alami.
· Memahami kebutuhan individual peserta didik.
d. Evaluasi
· Tidak menilai hafalan atau standar kaku.
· Evaluasi bersifat kualitatif, naratif, dan memperhatikan perkembangan individu.
Kelebihan Naturalisme
· Memberikan ruang besar bagi kreativitas dan kebebasan anak.
· Mengembangkan kemandirian, kepekaan lingkungan, dan karakter alami.
· Membantu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
· Sesuai dengan pendekatan modern seperti student-centered learning dan merdeka belajar.
Kelemahan Naturalisme
· Kebebasan yang terlalu luas dapat membuat peserta didik kurang terstruktur.
· Kurang cocok untuk materi yang membutuhkan sistematika ketat.
· Perlu lingkungan dan guru yang sangat memahami perkembangan anak.
· Sulit diterapkan dalam sistem pendidikan formal yang berbasis kurikulum nasional.
Relevansi Naturalisme bagi Pendidikan Modern
· Sejalan dengan konsep pendidikan holistik, merdeka belajar, dan pembelajaran berdiferensiasi.
· Relevan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan pengalaman nyata.
· Sesuai dengan pembelajaran abad 21: kreativitas, critical thinking, eksplorasi mandiri.
· Menginspirasi model keluarga/komunitas seperti Montessori, Reggio Emilia, dan Forest School.
Contoh Penerapan Naturalisme di Sekolah
· Kegiatan belajar di luar ruangan (field trip, gardening, outdoor learning).
· Pembelajaran berbasis proyek terkait alam.
· Kelas yang memberikan ruang kebebasan eksplorasi.
· Penilaian berbasis portofolio dan deskriptif.
· Mendorong peserta didik belajar sesuai minat dan ritme perkembangan.
Diskusi Kelas
- Pak Windi menanyakan tentang pernyataan pemateri (Pak Heri) bahwa Naturalisme tidak percaya pada Spiritualisme. Hal ini dijelaskan oleh pemateri bahwa Naturalisme meyakini bahwa spiritualisme tidak ada hubungannya dengan Naturalisme, paham ini menyatakanbahwa alam terbentuk dengan sendirinya tanpa ada campur tangan Tuhan, sehingga alam sebagai penentu kehidupan. Pak Windy menambahkan bahwa pemahaman itu tidak benar adanya kalo di kaitkan dengan ajara Agama kita, Namun pak Heri menjeaskan bahwa paham ini adalah paham sebelum penyebaran agama Islam, sehingga kita tidak bisa serta merta mengambil paham ini tanoa ada kajian lebih lanjut, Namun, paham ini juga dapat berkontribusi dalam dunia Pendidikan.
- Bu Dian menanyakan tentang implementasi paham Naturalisme dalam Pendidikan saat inijika siswa tidak boleh dipaksa untuk mempelajari sesuatu , dan pemateri (Millah) memberikan respon bahwa pada paham Naturalisme manusia terlahir sebagi kertas putih dan alam yang mendidik mereka tanpa ada paksaan. Dalam Pendidikan pada paham Naturalisme, seorang guru tidak boleh memaksa kehendaknya dalam pembelajaran, misalnya : siswa tidak boleh dipaksa untuk mengambil mata Pelajaran yang tidak dia sukai, mereka hanya boleh belajar sesuai minat dan bakatnya sehingga muncul komptensi asli dari siswa, Pak Heri menambahkan bahwa dasar dari paham Naturalisme bahwa manusia hidup dengan alam dan harus berbaur dengan alam serta mempercayai hukum alam.
Rujukan / Referensi
- Gutek, G. (2009). Philosophical and Ideological Perspectives on Education. Pearson.
- O'Neill, W. (2001). Ideology and Education. Teachers College Press.
- Ritzer, G. (2020). Sociological Theory. McGraw-Hill.
- Rousseau, J. J. (1762). Émile, or On Education.
- Uhl, C. (2013). Developing Ecological Consciousness. Rowman & Littlefield.
- Suparlan, H. (2004). Filsafat Pendidikan.