Perjalanan Transformasi Pendidikan SD Islam Al Azhar 11
Perjalanan Transformasi Pendidikan SD Islam Al Azhar 11
Selasa, 7 Oktober 2025, telah berlangsung sesi presentasi profil kelembagaan SD Islam Al Azhar 11 yang dibawakan oleh pemateri, Moch. Fauzan Maulana Syahroni dalam forum kajian pendidikan. Acara ini digelar secara online, diikuti oleh mahasiswa magister program studi Manajemen Pendidikan.
Dalam presentasinya, pemateri menuturkan bahwa SD Islam Al Azhar 11 bukan sekadar sekolah dasar berbasis Islam, tetapi juga bagian dari perjalanan panjang transformasi pendidikan modern yang dirintis sejak berdirinya YPI Al Azhar pada 7 April 1952. Sekolah ini resmi berdiri pada 25 September 2001 di bawah pengelolaan Yayasan Al Azhar Jawa Timur, dengan mandat besar mencetak generasi muslim yang unggul dalam sains dan spiritual secara berimbang. Pemateri menyoroti kekuatan utama sekolah ini pada sistem pendidikan terpadu yang memadupadankan kurikulum nasional dengan muatan khas Kurikulum Pengembangan Pribadi Muslim (KPPM) serta adopsi standar internasional seperti Kurikulum Cambridge pada mata pelajaran strategis. Menurut pemaparan, pendekatan pembelajaran di kelas 4–6 sudah mengedepankan kerangka 4C (berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi efektif), menjadikannya relevan dalam membentuk kompetensi abad 21.
Dari sisi fasilitas pendidikan, sekolah berdiri di atas lahan ±6.800 m² yang mendukung kegiatan akademik dan pembinaan karakter. Sekolah memiliki ruang belajar, laboratorium IPA, ruang komputer, UKS, dan ruang BK yang menunjang kenyamanan dan keselamatan belajar. Lingkungan sekolah juga ditata agar Islami, selaras dengan penyelenggaraan pembiasaan ibadah seperti shalat berjamaah, kultum, tadarus, tahfidz, serta kegiatan sosial keagamaan lainnya.
Pemateri juga memaparkan mekanisme penerimaan peserta didik baru yang memanfaatkan teknologi digital melalui Aplikasi Salam Al Azhar. Orang tua dan calon siswa dapat melakukan registrasi secara daring melalui aplikasi, yang juga menyediakan kelas preparatory di gelombang pendaftaran tertentu sebagai benefit kesiapan belajar. Dari sisi manajemen dan pendanaan, pemaparan menegaskan bahwa operasional sekolah ditopang oleh pemasukan siswa, dukungan yayasan, serta kegiatan pendukung sekolah seperti bazar, market day, dan festival. Pengelolaan anggaran dilakukan secara terencana dan transparan melalui RAPBS dan RAPBS tahunan, lengkap dengan bukti transaksi resmi di bawah pengawasan yayasan.
Acara berlangsung dialogis, dengan peserta mengapresiasi bahwa sistem pendidikan di SD Islam Al Azhar 11 tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan adab, kepemimpinan, dan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui kegiatan seperti fieldtrip, cooking class, hingga praktik berbasis laboratorium.
Sesi ditutup dengan refleksi bahwa tantangan pendidikan masa depan membutuhkan sinergi kuat antara nilai, karakter, dan teknologi. “Sekolah seperti SD Islam Al Azhar 11 menunjukkan praktik nyata pendidikan yang tidak memisahkan iman dan ilmu, sekaligus menyiapkan siswa melangkah ke standar global,” ujar pemateri dalam closing statement-nya.