Progresivisme
Nama : Rizal Hari Saputra
NIM : 25010845025
Progresivisme adalah aliran filsafat pendidikan yang berpandangan bahwa pendidikan harus berorientasi pada perubahan, kemajuan, dan kebutuhan peserta didik dalam menghadapi kehidupan nyata. Pendidikan tidak dipahami sebagai proses pewarisan pengetahuan lama secara pasif, melainkan sebagai proses aktif untuk memecahkan masalah kehidupan. Progresivisme menekankan bahwa Peserta didik adalah subjek aktif, Belajar harus bersifat kontekstual, Sekolah harus mempersiapkan siswa menghadapi perubahan sosial. Menurut aliran ini, kebenaran bersifat relatif dan dinamis, tergantung pada pengalaman dan hasil pemecahan masalah.
Progresivisme lahir sebagai reaksi terhadap pendidikan tradisional yang Otoriter, Berpusat pada guru, Menekankan hafalan, Kurang relevan dengan kehidupan nyata. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, masyarakat mengalami perubahan besar akibat Revolusi industri, Perkembangan ilmu pengetahuan, Perubahan sosial dan demokrasi. Kondisi tersebut menuntut model pendidikan yang adaptif, demokratis, dan fungsional, sehingga lahirlah progresivisme. Tokoh Utama Progresivisme yaitu John Dewey (1859–1952). John Dewey adalah tokoh sentral progresivisme. Ia memandang pendidikan sebagai “A process of living and not a preparation for future living.”. Menurut Dewey Belajar terjadi melalui pengalaman (learning by doing) Sekolah harus menjadi miniatur masyarakat demokratis, Pendidikan harus mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Menurut William James Menekankan aspek pragmatisme, bahwa pengetahuan bernilai jika bermanfaat secara praktis. Menurut Charles Sanders Peirce Berperan dalam pengembangan filsafat pragmatis yang menjadi dasar pemikiran progresivisme.
Prinsip utama progresivisme antara lain Peserta didik sebagai pusat pembelajaran, Belajar melalui pengalaman langsung, Pendidikan bersifat demokratis, Kurikulum fleksibel dan dinamis, Penekanan pada pemecahan masalah, Guru sebagai fasilitator, bukan otoritas mutlak, Sekolah berfungsi sebagai laboratorium sosial. Tujuan pendidikan progresivisme adalah Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, Mendorong kemandirian dan kreativitas, Membentuk peserta didik yang mampu beradaptasi, Menyiapkan individu untuk hidup bermasyarakat secara demokratis. Pendidikan tidak hanya mencetak siswa “pandai”, tetapi mampu menghadapi realitas sosial.
Implikasi Progresivisme dalam Pembelajaran pada Kurikulum (Bersifat fleksibel, Disesuaikan dengan minat dan kebutuhan siswa, Berbasis masalah (problem-based curriculum)). Metode Pembelajaran (Diskusi, Project-based learning, Problem-based learning, Eksperimen, Studi kasus). Peran Guru (Fasilitator, Pembimbing dan Mitra belajar siswa). Evaluasi (Penilaian autentik, Menilai proses dan hasil dan Tidak hanya tes tertulis). Kelebihan Progresivisme yaitu Mendorong keaktifan peserta didik, Relevan dengan kehidupan nyata, Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, Mendukung pendidikan demokratis dan Menghargai perbedaan individu. Kelemahan Progresivisme Kurang terstruktur jika tidak dirancang dengan baik, Sulit diterapkan pada kelas besar, Membutuhkan guru yang profesional dan kreatif, Kurang menekankan penguasaan materi dasar jika berlebihan.