BERITA ACARA PEMAPARAN MATERI “PHILOSOPHY OF LANGUAGE – ROD BERTOLET”
BERITA ACARA PEMAPARAN MATERI
“PHILOSOPHY OF LANGUAGE – ROD BERTOLET”
Telah dilaksanakan pemaparan materi yang bersumber dari presentasi berjudul "Philosophy of Language (Rod Bertolet)" oleh Nurnafiza Maulina Harimbi (NIM: 25010845012). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai filsafat bahasa, konsep-konsep utama, serta relevansinya dalam memahami makna, konteks, dan penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kajian akademis.
1. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Kegiatan pemaparan materi dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin/06 Oktober 2025
Waktu : 18.00 – 19.40
Tempat : Virtual
2. PEMATERI
Nama : Nurnafiza Maulina Harimbi
NIM : 25010845012
Materi : Philosophy of Language (Rod Bertolet)
3. URAIAN MATERI
Materi yang disampaikan mencakup beberapa poin penting sebagai berikut:
A. Pentingnya Mempelajari Filsafat Bahasa
Filsafat bahasa dipahami sebagai disiplin penting karena bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga membentuk cara berpikir, memahami realitas, dan berinteraksi dengan sesama.
B. Definisi Filsafat Bahasa
Filsafat bahasa merupakan bidang yang mengeksplorasi hubungan antara bahasa, pikiran, dan realitas. Berdasarkan kajian Rod Bertolet, fokus utamanya meliputi makna, referensi, kebenaran, serta cara penggunaan bahasa.
C. Teori Makna Referensi dan Ide
1. Teori Referensi: Makna sebuah kata adalah objek yang ditunjuknya.
Contoh: “Bulan” merujuk pada satelit alami Bumi.
2. Teori Ideasional: Makna kata adalah ide dalam pikiran pembicara.
Contoh: “Keadilan” merujuk pada konsep abstrak.
Bertolet menilai kedua teori ini tidak sepenuhnya kuat karena banyak kata tidak memiliki referensi fisik dan konsep mental sulit diukur secara objektif.
D. Teori Kondisi Kebenaran
Dikembangkan oleh Frege dan Russell, teori ini menekankan bahwa makna kalimat ditentukan oleh kondisi kebenarannya.
Contoh: Kalimat “Salju berwarna putih” benar jika dan hanya jika salju benar-benar berwarna putih.
E. Teori Tindak Tutur
Berdasarkan pemikiran Austin dan Searle, bahasa bukan hanya alat penyampai informasi tetapi juga tindakan.
Terdiri dari:
- Lokusioner: tindakan mengucapkan sesuatu.
- Ilokusioner: maksud atau fungsi dari ucapan.
- Perlokusioner: efek yang ditimbulkan oleh ucapan.
F. Teori Penggunaan – Permainan Bahasa (Wittgenstein)
Wittgenstein berpendapat bahwa makna kata terletak pada penggunaannya dalam konteks sosial.
Implikasinya:
- Makna tidak statis.
- Makna tidak berada pada objek atau pikiran semata.
Bertolet menganggap teori ini sebagai kritik kuat terhadap pandangan makna sebagai representasi dunia.
G. Kesimpulan Materi
Bertolet tidak memilih satu teori mutlak, melainkan menggabungkan kelebihan berbagai teori.
Poin penting:
- Makna bersifat multidimensi.
- Pemahaman bahasa harus bersifat menyeluruh.
- Bahasa adalah alat aktif dalam membentuk realitas sosial.
4. PENUTUP
Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi kegiatan pemaparan materi. Berita acara ini dapat digunakan sebagai arsip akademik maupun untuk publikasi pada website resmi.