Ibu dan Anak Kompak Pakai Toga di Wisuda Unesa Ke 118
Ibu dan Anak Kompak Pakai Toga di Wisuda Unesa Ke 118
Kisah inspiratif Sri Wahyuningsih dan putrinya, Sahda, yang wisuda bersama di Unesa. Sang ibu raih gelar Magister dengan IPK 3,97 sambil bertugas sebagai guru.
Momen bahagia ibu dan anak mewarnai prosesi wisuda di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (11/2/2026). Keduanya berhasil meraih gelar sarjana dan magister secara bersamaan, membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia.
Pasangan ibu dan anak yang kompak mengenakan toga tersebut adalah Sri Wahyuningsih, seorang guru di SMP Negeri 1 Kasiman, Bojonegoro, dan putrinya, Sahda Atthiyah Tsaqif Qonita, lulusan Fakultas Hukum Unesa.
Sri Wahyuningsih menceritakan bahwa momen "duet" di podium wisuda ini sebenarnya bukanlah rencana awal. Sri yang menempuh S2 Manajemen Pendidikan melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) satu tahun, mengira akan wisuda lebih dulu.
"Awalnya saya kira saya duluan, lalu anak saya menyusul di periode berikutnya. Tapi anak saya punya tekad luar biasa, dia ingin kami wisuda bersama. Dia kejar skripsinya agar bisa selesai tepat waktu dan Alhamdulillah bisa lulus bareng saya hari ini," ujar Sri dengan bangga.
Meski belajar di jenjang yang berbeda, keduanya saling mendukung. Sahda, yang merupakan penerima beasiswa penuh di Fakultas Hukum, mengaku banyak membantu ibunya dalam hal adaptasi teknologi.
"Karena Mama sudah kepala lima, tantangan terbesarnya adalah kesenjangan generasi dalam hal teknologi. Saya ajarkan Mama pakai aplikasi dan bagaimana cara mencari jurnal internasional secara instan agar tidak manual lagi," ungkap Sahda sembari tersenyum.
Di sisi lain, Sahda, yang lulus 3,5 tahun ini mengaku sangat terinspirasi oleh etos kerja sang ibu. Pasalnya, selama kuliah S2, Sri Wahyuningsih tetap menjalankan tugas berat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan di SMPN 1 Kasiman dan sedang mengikuti diklat Calon Kepala Sekolah (CKS).
Sri Wahyuningsih, yang berdomisili di Cepu, Jawa Tengah, harus menempuh perjalanan lintas kabupaten untuk mengabdi sebagai guru. Baginya, gelar magister ini bukan sekadar gelar, melainkan bekal untuk tugas barunya nanti.
"Saat ini saya sedang menunggu SK penempatan sebagai Kepala Sekolah. Harapannya, ilmu manajemen pendidikan yang saya dapatkan di Unesa bisa saya terapkan untuk memajukan sekolah tempat saya bertugas nanti," tandasnya yang meraih IPK 3,97.
Sementara itu, Rektor Unesa, Nurhasan menyebut Wisuda ke-118 ini merupakan momentum yang luar biasa, karena untuk pertama kalinya 'Kampus Para Juara' ini dapat langsung memberikan ijazah kepada wisudawan setelah prosesi selesai.
"Hal ini merupakan upaya Wakil Rektor I bersama tim sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada sivitas akademika, khususnya para alumni. Harapannya, melalui berbagai perubahan dan inovasi dari para pimpinan, pelayanan kepada mahasiswa ke depan semakin baik. Termasuk juga dalam menyiapkan para wisudawan agar mampu beradaptasi di era ketidakpastian," terangnya.
Cak Hasan, sapaannya, juga menjalankan program ‘Kampus Terjun’. Mahasiswa terbaik dari masing-masing fakultas diberikan penghargaan. Untuk mahasiswa S1, S2 yang lulus dalam empat semester, serta S2 dan S3 yang lulus dalam enam semester, semuanya mendapat reward.
"Untuk mahasiswa S3, karena tidak ada jenjang S4, kami memberikan reward sebesar Rp25 juta. Tujuannya untuk mendorong dan memotivasi mereka agar terus berkarya dan mampu membuka lapangan pekerjaan," pungkasnya. (*)
Penulis
H.BANU ATMOKO
Kepala SMP PGRI 6 Surabaya , Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara Dan Mahasiswa S2 RPL MANAJEMEN Pendidikan UNESA Kelas E
Email : 24010845144@mhs.unesa.ac.id
NO HP 083857963098