GreenCraft Studio: Kembangkan Proyek Wirausaha Berbasis Lingkungan di Sekolah
GreenCraft Studio: Kembangkan Proyek Wirausaha Berbasis Lingkungan di Sekolah
Surabaya, 29 September 2025 - Mahasiswa S2 Program Studi Manajemen Pendidikan kelas 2024 C pada mata kuliah Kewirausahaan Pendidikan menyusun sebuah proyek bisnis inovatif bertema lingkungan bertajuk “GreenCraft Studio: Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos oleh Siswa SMP”. Kegiatan ini dibimbing oleh dosen pengampu Dr. Amrozi Khamidi, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Ali Yusuf, S.Ag., M.Pd., serta bertujuan untuk menumbuhkan kompetensi kewirausahaan yang berorientasi pada pemberdayaan siswa dan keberlanjutan lingkungan.
Proyek business plan yang disusun oleh Arie Wahyu Maulidya ini mengangkat isu pengelolaan sampah organik yang sering menumpuk di lingkungan rumah maupun sekolah. Melalui GreenCraft Studio, sampah seperti sisa makanan, daun kering, dan rumput halaman diolah menjadi pupuk kompos ramah lingkungan menggunakan metode sederhana seperti takakura. Pendekatan ini memungkinkan siswa SMP untuk belajar langsung mengenai daur ulang, proses produksi, dan prinsip keberlanjutan dengan cara yang aman dan mudah diterapkan.
Dalam pemaparannya, business plan ini menguraikan berbagai aspek penting mulai dari deskripsi usaha, tujuan pendirian, analisis SWOT, estimasi modal, hingga strategi pemasaran. GreenCraft Studio dirancang tidak hanya sebagai kegiatan produksi kompos, tetapi juga sebagai sarana pendidikan kewirausahaan berbasis sekolah yang mendukung program Adiwiyata dan gerakan sekolah hijau. Melalui proyek ini, siswa dilatih memahami alur pengolahan sampah menjadi produk, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pencacahan, fermentasi, pengadukan, hingga pengemasan dalam ukuran 500 g, 1 kg, dan 2 kg.
Kegiatan ini juga menekankan aspek pemasaran yang realistis dan sesuai konteks sekolah. Strategi yang dijelaskan mencakup penyelenggaraan Green Market Day, kolaborasi dengan ekstrakurikuler pertanian atau hidroponik, serta promosi digital melalui media sosial sekolah. Estimasi modal awal yang rendah membuat proyek ini sangat memungkinkan untuk direplikasi di berbagai sekolah dengan fasilitas sederhana.
Dalam proses penyusunannya, mahasiswa menekankan nilai-nilai edukatif yang menjadi inti program. GreenCraft Studio dirancang untuk melatih kepedulian lingkungan, jiwa wirausaha, kreativitas, dan kerja sama tim pada siswa. Pendekatan school-based entrepreneurship ini menjadi contoh bagaimana konsep wirausaha dapat diintegrasikan dengan pembelajaran kontekstual dan kegiatan berbasis lingkungan.
Pada akhir kegiatan, dosen pengampu memberikan penguatan bahwa proyek seperti GreenCraft Studio tidak hanya membantu sekolah mengurangi sampah organik, tetapi juga menjadi model pemberdayaan siswa yang mendukung budaya zero waste. Dengan demikian, business plan ini menunjukkan bahwa wirausaha pendidikan dapat dikembangkan secara aplikatif, relevan, dan memiliki dampak ekologis sekaligus sosial bagi warga sekolah.
Penulis
Arie Wahyu Maulidya
Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UNESA Kelas 2024 C
Email : 24010845123@mhs.unesa.ac.id