MAHASISWA S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA BAHAS ALIRAN EKSISTENSIALISME DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN


MAHASISWA S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN UNESA BAHAS ALIRAN EKSISTENSIALISME DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN
Surabaya — Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memaparkan kajian filsafat pendidikan bertema Eksistensialisme dalam sebuah presentasi akademik sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan. Materi ini membahas secara komprehensif konsep dasar, sejarah kemunculan, tokoh-tokoh penting, hingga peran dan pengaruh aliran eksistensialisme dalam dunia pendidikan.
Dalam pemaparannya, Siska Azza Rohmatillah menjelaskan bahwa eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam kehidupannya. Eksistensi manusia dipahami bukan sekadar “ada”, melainkan hadir secara aktif melalui pilihan, tindakan, dan tanggung jawab yang diambil dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan ini menegaskan bahwa manusia terus “menjadi” melalui pengalaman hidupnya.
Eksistensialisme muncul sebagai respons atas kegelisahan manusia modern, terutama setelah berbagai krisis sosial dan kemanusiaan. Pemikiran awal aliran ini dapat ditelusuri dari tokoh seperti Søren Kierkegaard dan Friedrich Nietzsche, yang kemudian berkembang pesat pada abad ke-20 melalui pemikir seperti Martin Heidegger dan Jean-Paul Sartre. Para tokoh tersebut sama-sama menekankan kebebasan, tanggung jawab, serta pencarian makna hidup sebagai inti keberadaan manusia.
Lebih lanjut, eksistensialisme memiliki peran penting dalam pendidikan karena memandang peserta didik sebagai individu yang unik dan otonom. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagai sarana membantu siswa menemukan jati diri dan makna hidupnya. Dalam perspektif ini, guru berperan sebagai fasilitator yang mendampingi peserta didik dalam proses refleksi, pengambilan keputusan, dan pertanggungjawaban atas pilihannya.
Pengaruh eksistensialisme mendorong lahirnya pendidikan yang lebih humanistik, berpusat pada peserta didik, serta menghargai perbedaan pengalaman dan latar belakang individu. Melalui kajian ini, mahasiswa UNESA diharapkan mampu memahami filsafat pendidikan secara lebih mendalam sekaligus merefleksikan penerapannya dalam praktik pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Penulis :
Siska Azza Rohmatillah
Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya
Email: 25010845044@mhs.unesa.ac.id