Ngaji Morning: Membentuk Generasi Berkarakter di SMP PGRI 6 Surabaya
Ngaji Morning: Membentuk Generasi Berkarakter di SMP PGRI 6 Surabaya
Dalam upaya menumbuhkan karakter religius dan disiplin di lingkungan sekolah, SMP PGRI 6 Surabaya menginisiasi program unggulan bertajuk “Ngaji Morning”, yakni kegiatan rutin membaca dan mengkaji Al-Qur’an di pagi hari sebelum proses pembelajaran dimulai. Kegiatan ini menjadi salah satu praktik baik implementasi pendidikan karakter yang memadukan nilai spiritual dan kedisiplinan siswa di sekolah.
Program Ngaji Morning bertujuan membentuk keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual siswa. Melalui kegiatan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, siswa dilatih untuk menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki tanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya.
1. Peningkatan Kedisiplinan Religi (Spiritual Discipline)
2. Peningkatan Kedisiplinan Mental (Mental Discipline)
3. Dampak Karakter dan Sosial
Program Ngaji Morning dilaksanakan di Mushola SMP PGRI 6 Surabaya, yang berlokasi di Jalan Bulak Rukem III No. 7–9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir. Setiap siswa membawa Al-Qur’an yang telah disediakan oleh para donatur dan melaksanakan kegiatan selama kurang lebih 30 menit, didampingi guru yang bertugas piket setiap pagi untuk menyambut siswa dan mendampingi proses kegiatan.
Menurut penjelasan kepala sekolah yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara sekaligus mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan RPL FIP UNESA Kelas E, program ini tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga sebagai pondasi spiritual dan moral yang kuat bagi peserta didik.
“Ngaji Morning adalah wujud nyata integrasi antara pendidikan spiritual dan akademik. Melalui kegiatan ini, disiplin mental dan religi berjalan beriringan, membentuk karakter siswa yang berimbang antara iman, ilmu, dan akhlak,” ungkapnya.
Dengan pembiasaan yang konsisten, Ngaji Morning di SMP PGRI 6 Surabaya menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai keagamaan. Harapannya, melalui kegiatan ini lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kesiapan menghadapi tantangan global dengan akhlak yang mulia.
CC Website: Achmad Jalaludin Rumi