OBSERVASI MENDALAM DAN DISKUSI ILMIAH PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN STUDI KASUS SD LABSCHOOL UNESA 2
OBSERVASI MENDALAM DAN DISKUSI ILMIAH PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN STUDI KASUS SD LABSCHOOL UNESA 2
Surabaya, 30 September 2025 – Mahasiswa S2 Prodi Manajemen Pendidikan (MP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) khususnya kelas 2025 Reguler B, melaksanakan diskusi ilmiah dalam perkuliahan rutin yang membahas hasil observasi mendalam terkait perencanaan dan pengembangan pendidikan pada studi kasus SD Labschool UNESA 2. Diskusi tersebut dilaksanakan menggunakan media gmeet yang diikuti oleh 10 (sepuluh) mahasiswa dengan pendamping dosen pengampu mata kuliah filsafat manajemen pendidikan Bapak Dr. Amrozi Khamidi, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Muhamad Sholeh, S.Pd., M.Pd.
Hasil observasi perencanaan dan pengembangan SD Labschool UNESA 2 dipresentasikan oleh Masita Nur Hayati (25010845003) dengan tujuan mendalami proses perencanaan dan pengembangan di suatu lembaga pendidikan mulai dari profil umum, lokasi, pengelolaan pendanaan, sumber daya manusia, mekanisme penerimaan siswa baru, kurikulum, sarana dan prasarana, prestasi, dan aktivitas pendukung lainnya, sehingga harapannya dapat memperkaya pengetahuan kita terhadap manajemen pendidikan dan strategi kompetitif yang adaptif dalam pendirian maupun pengelolaan sekolah yang baik, efektif, efisien, dan akuntabel.
Labschool UNESA adalah lembaga pendidikan laboratorium yang berada di bawah Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan dikelola oleh Yayasan Dharma Wanita Universitas Negeri Surabaya. Labschool UNESA resmi “berdiri” sejak tahun 1985 untuk jenjang TK dan tahun 1999 untuk jenjang SD yang berada di Ketintang. UNESA juga mendapatkan bantuan pendanaan block grant dari Dikdasmen berupa pembangunan Gedung Labschool di Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur 60213. Gedung tersebut dipakai pertama oleh SD dan SMP Labschool. Menurut data resmi Kemendikbud, SK Pendirian untuk SD Labschool UNESA 2 bernomor 188/1163/436.6.4/2016, dengan tanggal pendirian 30 November 2016. Dikarerenakan peminat siswa labschool semakin tahun semakin banyak dan ruang kelas tidak cukup sehingga pada tahun 2022 melalui pendanaan internal UNESA Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), UNESA membangun gedung khusus SD Labschool yang dipakai sampai sekarang. SD Labschool UNESA 2 berkomitmen untuk membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan zaman, pendidikan tidak hanya tentang penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai moral, sosial, serta semangat inovasi.
Visi SD Labschool UNESA 2 adalah menjadikan generasi beriman, beradab, berilmu, dan berprestasi. Untuk mencapai hal tersebut, lembaga dalam pelaksanaannya didukung oleh misi yaitu SD Labschool UNESA 2 mempunyai misi menciptakan budaya sekolah yang berakhlaqul karimah, menumbuh kembangkan kearifan lokal, jujur, kreatif, inovatif, dan berdedikasi terhadap pencapaian Growing With Character serta SD Labschool UNESA 2 menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi dalam perkembangan intelektualnya dan mempunyai karakter takwa, jujur, kreatif, mampu menjadi teladan, bekerja keras, toleran dan cakap dalam memimpin, serta berwawasan global, dan dapat berperan dalam perkembangan IPTEK yang berlandaskan IMTAQ. Sekolah ini dirancang sebagai sekolah laboratorium (labschool) yang terintegrasi langsung dengan kampus UNESA 2, yang fungsinya adalah menjadi “laboratorium pendidikan” untuk mahasiswa, sehingga mahasiswa bisa melakukan praktik mengajar, penelitian, dan pengembangan model pendidikan dasar. Hadirnya SD Labshcool UNESA 2 juga menjawab kebutuhan masyarakat memperoleh sekolah berkualitas yang inklusif khususnya ditingkat sekolah dasar dengan berbagai program unggulannya.
Mekanisme penerimaan siswa baru sudah dilakukan secara digital di web sekolah. Kurikulum yang digunakan SD Labschool UNESA 2 adalah menyesuaikan kurikulum nasional (kurikulum merdeka) namun ditambah beberapa program unggulan seperti National Class Programme (NCP), sekolah Inklusi berstandar tinggi dengan menerima siswa reguler dan anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam satu ekosistem pembelajaran, penggunaan chromebook dan digital classroom dalam proses pembelajaran yang setiap anak memiliki akun siswa, terdapat program sister school ke luar negeri yang bertujuan untuk pertukaran budaya, berkomunikasi, dan sharing strategy terkait manajemen pembelajaran dan lain-lain. Prestasi yang diperoleh siswa juga banyak baik akademik maupun non akademik.
Kegiatan diskusi berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Salah satu mahasiswa bertanya terkait bagaimana peran guru dalam riset pendidikan di SD Labschool UNESA 2 dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memberi kontribusi pada inovasi pendidikan dasar.
Dari pertanyaan tersebut disimpulkan bahwa Guru di SD Labschool UNESA 2 bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga berperan dalam pengembangan riset pendidikan. Melalui program riset guru, para guru berkesempatan memetakan masalah pembelajaran, mencoba metode baru, dan mengevaluasi efektivitasnya secara sistematis. Proses ini membuat guru lebih reflektif, kreatif, dan mampu mengambil keputusan berbasis data, sehingga kualitas pembelajaran meningkat secara nyata. Peran guru juga berdampak langsung pada inovasi pendidikan dasar. Temuan riset yang mereka hasilkan diimplementasikan dalam kegiatan belajar, mulai dari pengembangan kurikulum berdiferensiasi melalui program unggulan, pemanfaatan chromebook, sampai pembelajaran berbasis proyek. Dalam riset terbarunya guru SD Labschool UNESA 2 melaksanakan penelitian pembuatan model 3D yang nantinya akan digunakan untuk tambahan media dimodul belajar siswa. Hasilnya, sekolah memiliki model-model pembelajaran baru yang tidak hanya meningkatkan capaian siswa, tetapi juga bisa menjadi rujukan bagi sekolah lain. Melalui riset, guru SD Labschool UNESA 2 ikut membangun budaya akademik yang kuat di lingkungan sekolah dasar. Guru berkontribusi langsung pada pembaruan pendidikan dasar sekaligus memperkuat posisi SD Labschool sebagai sekolah laboratorium yang unggul dan berorientasi masa depan
Sebagai penguatan materi, di akhir sesi dosen pengampu menjelaskan perencanaan dan pengembangan pendidikan di SD Labschool UNESA 2, bahwa sekolah ini dibangun dengan arah yang jelas: menciptakan lingkungan belajar yang unggul, inklusif, dan berorientasi masa depan. Integrasi dengan UNESA membuat sekolah memiliki keunggulan dalam inovasi, riset, dan pembelajaran berbasis praktik. Program-programnya dirancang untuk memperkuat mutu guru, meningkatkan kompetensi siswa, serta memastikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan abad 21. Dengan pendekatan kurikulum nasional-plus, teknologi digital, dan layanan inklusi yang kuat, sekolah ini mampu memberikan pengalaman belajar yang komprehensif. Secara keseluruhan, SD Labschool UNESA 2 berhasil menghadirkan model pendidikan dasar yang progresif, relevan, adaptif, dan berkelanjutan untuk mendukung generasi muda yang berkarakter dan berprestasi.