Pendidikan & Filsafat – Logical Empirism Kembali Jadi Sorotan Akademisi
Pendidikan & Filsafat – Logical Empirism Kembali Jadi Sorotan Akademisi
Katon Aisyiah (25010845051), S2 Manajemen Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya
Surabaya — Pendekatan logical empirism atau empirisme logis kembali menjadi topik hangat dalam diskusi akademik setelah sejumlah perguruan tinggi mengadakan seminar nasional mengenai perkembangan filsafat ilmu modern. Para pakar menyoroti bagaimana aliran yang berkembang pada awal abad ke-20 ini masih relevan untuk menjawab tantangan metodologis dalam penelitian kontemporer. Logical empirism, yang memadukan logika formal dengan verifikasi empiris, dinilai mampu memperkuat akurasi dan keandalan penelitian ilmiah di berbagai bidang, termasuk sains, sosial, dan teknologi.
Pada saat perkuliahan mata kuliah Filsafat Ilmu, narasumber menekankan bahwa logical empirism membantu memperjelas batas antara pengetahuan ilmiah dan non-ilmiah melalui prinsip verifikasinya. Pendekatan ini mendorong para ilmuwan untuk tidak hanya merumuskan teori secara rasional, tetapi juga memastikan bahwa setiap klaim dapat diuji lewat pengalaman atau observasi. Dalam konteks pendidikan tinggi, metode ini dinilai dapat memperkuat budaya riset berbasis data dan mengurangi bias subjektif dalam pengambilan keputusan ilmiah.
Di sisi lain, sejumlah akademisi juga mengingatkan bahwa logical empirism perlu dikembangkan kembali agar mampu beradaptasi dengan kompleksitas ilmu pengetahuan modern. Tantangan seperti fenomena sosial yang sulit diukur secara kuantitatif maupun temuan ilmiah baru yang bersifat probabilistik dianggap memerlukan pendekatan yang lebih fleksibel. Meski demikian, para peserta seminar sepakat bahwa warisan empirisme logis tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas dan objektivitas praktik ilmiah di era informasi saat ini.